Author Archives: adminal

  • -

DR. Andri Lubis Mendapat Penghargaan Best Presentation Award

DR. Andri lubis mendapat penghargaan “Best Presentation Award “ dalam presentasinya yang berjudul “ACL Reconstruction: How About Peronesus Longus Tendon as a Graft?” di Acara Congress of ASIA PACIFIC KNEE SOCIETY 2018 “, Kimdaejung Convention Center, Gwangju, Korea, 8 November 2018.

Penghargaan Best Presentation Award

  • -
Solusi radang sendi lutut

Solusi Radang Sendi Lutut: Gejala, Penyebab dan Menangani

Andrilubis.com – Solusi Radang Sendi Lutut: Gejala, Penyebab dan Menangani. Siapa yang pernah mengalami nyeri pada lutut? Persendian lutut terasa sakit, apalagi di pakai saat berjalan. Hampir bisa dipastikan, mayoritas orang pernah mengalaminya. Anda mungkin akang langsung mengira bahwa, hal itu disebabkan rematik atau asam urat. Sebagian lagi berpikir itu akibat osteoporosis. Lantas apa sebetulnya, apa penyebabnya dan bagaimana dengan solusinya?

Solusi Radang Sendi Lutut

Nyeri sendi terjadi akibat adanya radang pada sendi istilah populernya osteoarthritis. Jadi osteoarthritis itu merupakan radang pada sendi atau kerusakan pada tulang rawan sendi. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh sendi, baik sendi kecil maupun sendi yang besar di antara dua tulang. Sebetulnya tidak ada kapur. Kondisi ini membuat orang jadi salah kaprah. Mereka jadi takut minum kalsium sebab khawatir kapurnya bertambah besar, padahal sama sekali tidak ada hubungannya.

Memang, sebagian orang awam mengatakan hal ini sebagai pengapuran. Lantaran pada saat tulang difoto rontgen terdapat osteofit (semacam taji). Sebetulnya bukan tumbuh, namun karena kerusakan pada tulang rawan maka timbul osteofit.

Kerusakan tulang rawan tersebut, sambung dia, dapat terjadi pada seluruh tulang rawan. Mulai dari lutut, engkel, panggul, bahu, tulang belakang, hingga siku. Tak hanya itu, stadiumnya pun berbeda-beda. Derajat ringan, tulang rawannya seperti lembek. Ada juga yang seolah berserabut dan bolong. Bahkan yang lebih berat lagi, di bawah tulang rawan terdapat tulang dan tulang itu ikut tergerus.

Umumnya osteoarthritis terjadi pada lutut dan panggul. Hal ini dikarenakan, sendi pada lutut dan panggul adalah sendi weight bearing. Sendi yang menahan beban tubuh. Tapi, penyakit ini dapat terjadi pula pada bahu, tangan, atau tempat lainnya. Penyakit ini misterius. Soal stadium, misalnya osteoarthritis pada lutut. Berdasarkan rontgen, stadium satu terlihat mulai penyempitan ringan celah sendinya. Stadium dua selain penyempitan, juga ada osteofit. Stadium tiga lebih parah, dan stadium empat jika tulang paha dan tulang kering sudah menyatu. Tapi, pada sendi-sendi lain stadiumnya berbeda lagi,” kata dia.

Lantas apa faktor risiko sehingga terjadi osteoarthritis? yaitu jika bobot badan berat, kegegemukan atau obesitas. Berikutnya adalah melakukan olahraga yang terlalu high impact sehingga pernah cedera pada sendinya, kaum hawa, dan faktor keturunan atau herediter.

Umumnya terjadi pada orang tua, karena osteoarthritis tergolong penyakit degeneratif. Tapi, osteoarthritis dibagi dua, primer dan sekunder. Primer terjadi tanpa sebab yang tidak jelas. Ini biasanya terjadi pada orang tua. Sedangkan sekunder, terjadi karena faktor yang lain, misalnya, patah tulang, yang patahannya sampai ke sendi, sedangkan perbaikannya tidak benar. Ini dapat membuat osteoarthritis terjadi lebih awal, walau usianya masih muda,” imbuh dia.

Penanganan Osteoarthritis
Penanganan osteoarthritis, ujar dr. Andri, tergantung pada stadiumnya. Mi­salnya, cara suntik, itu hanya bisa untuk pasien dengan stadium awal. Metode ini bukan untuk stadium lanjut.

“Untuk pasien stadium tiga dan empat sudah tidak pada tempatnya disuntik-suntik. Jika itu dilakukan, sama saja seperti menggarami air laut. Efeknya tidak bagus,” tegas dia.

Sebelum melakukan penyuntikan, lanjut dia, pertama harus tahu bahan yang akan di­suntikkan itu. Umumnya yang disuntikan adalah asam herononik atau herononik acid. Ini nama generiknya, produknya macam-macam. Bahan bakunya berbeda-beda, ada yang dari jenger ayam, bahan organik, dan sintetik,” jelas dr. Andri. “Tujuan penyuntikan untuk menambah cairan. Cair­an lutut yang normal itu sebenarnya ada. Namanya cairan sinofium yang dihasilkan dari sinufium-sinufium pada kapsul sendi. Fungsinya sebagai pelumas, agar sendi kita dapat bergerak dengan smooth. Cairan ini bisa berlebih juga. Jika terjadi radang, cairan ini dapat berlebih. Kalau sedang berlebih jangan disuntik, malah harus disedot. Jangan takut kering, tidak bakal kering.”

Kadang-kadang, ada juga pada pasien osteoarthritis disuntikan steroit. Langkah ini kurang baik. Tindakan ini dilakukan jika sangat perlu. Maksimal setahun tiga hingga empat kali. “Bahayanya adalah tulang menjadi keropos. Ini perlu, jika radang­nya hebat. Kami lebih menyukai asam herononat, karena ini semacam cairan sendi normal,” kata dia.

Cairan yang disuntikkan itu, harus masuk ke dalam sendi yang dituju. Jika tidak maka akan sia-sia. Padahal harga ‘asam’ ini cukup mahal untuk setiap cure-nya. Setiap pasien dapat menjalani jumlah suntikan yang berbeda-beda, ada yang dua atau tiga penyuntik­an.

Itu tergantung sifat dari asam yang dimasukkan, mereknya macam-macam. Misalnya merek A dia harus disuntikkan lima kali (satu kali cure-nya), memang bekerjanya begitu. Ada merek B, dia tiga kali (satu cure-nya). Asalnya berbeda, berat jenis melekulnya berbeda. Sehingga ada yang perlu disuntik lima kali, sekali seminggu. Jadi cairan itu harus benar-benar masuk ke dalam sendi, kalau tidak maka tak efektif dan ada efek samping, menimbulkan rasa nyeri.

Soal efektivitas penyuntikan, sambung dia, tergantung stadiumnya. Kalau untuk pasien stadium satu dan dua, cukup efektif, sedangkan untuk stadium tiga dan empat kurang efektif. Metode ini harus diulang setahun sampai enam bulan. Yang harus diingat adalah osteoarthritis tidak ada obatnya, yang bisa mengembalikan ke fungsi yang lebih baik. Tidak ada cara untuk menyetopnya.

Jadi, selama hidupnya, pasien akan terus berkutat de­ngan masalah tersebut. Kalau pun perlu joint replacement, harus ada kriterianya. Minimal dipasang pada pasien ber­umur di atas 65 tahun. Karena alat ini buatan manusia, bukan buatan Tuhan, jadi tak dapat regenerasi. Ada umurnya. Joint replacement itu umurnya 10 sampai 15 tahun. Misalnya, pada stadium awal, kita ini ibaratnya buying time, supaya tidak cepat-cepat joint replacement, ya kita lakukan penyuntikan.

Lantaran osteoarthritis tidak dapat disembuhkan dan belum ada obatnya, kata dia, maka yang perlu dilakukan adalah me­ngurangi berat badan dan modifikasi life style. Misalnya jangan melakukan aktivitas yang high impact, jika memang sudah tahu ada osteoarthritis.

Bagi mereka yang pernah cedera, karena yang pernah cedera lebih bahaya untuk osteoarthritis, tangani dengan benar cederanya sehingga tidak ada osteoarthritis sekunder. Untuk yang primer, kurangi berat badan dan kurangi aktivitas high impact.


  • -

Dr. ANdri Lubis Memberikan Lecture dalam Acara IFOSMA International

Category : Dr. Andri Lubis

Memberi lecture dalam acara IFOSMA International Forum on Orthopaedic Sports Medicine and Arthroscopy di Qingdao, China, June 2018.

Memberi lecture dalam acara IFOSMA

 


  • -
Memberi lecture di Sydney Australia

Dr. Andri Lubis Memberi Lecture di Sydney Australia

Dr. Andri Lubis Memberi lecture di Sydney Australia dalam acara APKASS Asia Pacific Knee Arthroscopy and Sports Medicine Society, May 2018.

Memberi lecture di Sydney Australia

Memberi lecture di Sydney Australia


  • -

Tulisan Ilmiah Dr. Andri Lubis yang Diterbitkan di Lingkup Nasional dan Internasional

National Publications:

  1. The Use of Ceftriaxone Impregnated Beads in the Management of Chronic Osteomyelitis. Presented in: The 13th National Works Congress of The Indonesian Orthopaedic Association, Manado, Indonesia, October 16-19, 2003. Published in: Med J Indones 2005; 14: 157-162
  2. Child Abuse, a Case Report. Presented in: The 13th Indonesian Orthopaedic Association National Congress, Yogyakarta, Indonesia, October 31- November 3, 2002. Published in: Med J Indones 2004; 13: 59-65
  3. Extra Skeletal Osteosarcoma, a Case Report, Jakarta, May 2000. Published in: Journal of The Indonesian Orthopaedic Association 2000; 28: 61-66
  4. Basic Surgical Technique for Leprosy Reconstruction Surgery, Palembang, Indonesia, September 1997.
  5. Pre and Post Operative Care for Patient After Reconstruction Surgery for Leprosy, Palembang, Indonesia, September 1997

International Publications:

  1. Adult bone marrow stem cells in cartilage therapy. Published in: Acta Medica Indonesiana. 2012; 44:62-68
  2. Isolation and cultivation of mesenchymal stem cell from iliac crest bone marrow for further cartilage defect management. Published in: Acta Medica Indonesiana. 2011;43:178-184.
  3. Medial and lateral discoid menisci: a case report. Published in: Sports Med Arthrosc Rehabil Ther Technol. 2010 Aug 23;2:21
  4. Effects of Arthroscopic Meniscectomy on the Long-term Prognosis for the Discoid Lateral Meniscus. Published in: Knee Surg Sports Traumatol Arthrosc. 2007;15:1315-1320
  5. Clinical Results of Arthroscopic Bankart Repair with Knot-tying and Knotless Suture Anchors. Department of Orthopaedic Surgery, Kyung Hee University Hospital, Seoul, Korea, January 2005. Published in: The Journal of Arthroscopic and Related Surgery: Arthroscopy 2006; 22: 1276-1282
  6. Osteopetrosis, a Two-Case Report. Presented in: The 13th Annual Meeting of Japanese Paediatric Orthopaedic Association, Fukuoka, Japan, November, 29-30, 2002. Published in: Journal of Japanese Pediatric Orthopaedic Association: J Jpn Ped Orthop Assoc 2004;13:218-224

  • -

Award and Honors Dr Andri Lubis

Award:

  1. The second place winner of Richard Caspari Award in The 8th Biennial International Society of Arthroscopy, Knee Surgery and Orthopaedic Sport Medicine (ISAKOS) Congress, Rio de Janeiro – Brazil, 15-19 May 2011
    Title: Matrix metalloproteinase, tissue inhibitor of metalloproteinase and transforming growth factor-beta in frozen shoulder; and their changes as response to active stretching and gentle thawing exercise
  2. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) 2012 International Surgical Skills Scholarship
  3. Best Presentation Award in The 10th Congress of ASIA PACIFIC KNEE SOCIETY 2018 ” ACL Reconstruction: How About Peronesus Longus Tendon as a Graft?”, Kimdaejung Convention Center, Gwangju, Korea, 8 November 2018.

Honors:
– Appreciation from the Director of Sardjito Hospital, Yogyakarta, Indonesia for working in Yogyakarta Province for recovery after earthquakes, May 2006
– Appreciation from Ministry of Health Republic of Indonesia for 3 month-working in Aceh Province for recovery after tsunami and earthquakes, March-June 2005


  • -

Organisasi yang Diikuti Dr. Andri Lubis

Category : Dr. Andri Lubis

National Organization:

  1. Indonesian Orthopaedic Society for Orthopaedic Sports Medicine and Arthroscopy: President and President Founder
  2. The Indonesian Medical Association / Ikatan Dokter Indonesia: Board Member of “Kelompok Kerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran”
  3. Indonesian Orthopaedic Association / Perhimpunan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia
  4. Indonesian Stem Cells Association / Asosiasi Sel Punca Indonesia: Implementory Council
  5. Indonesian Association for Hip and Knee Surgery: Treasurer
  6. Faculty of Medicine, University of Indonesia Alumni Association / Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

International Organization:

  1. International Cartilage Repair Society (ICRS)
  2. International Society for Arthroscopy, Knee Surgery and Orthopaedic Sports Medicine (ISAKOS)
  3. American Academy of Orthopaedic Surgeon (AAOS) (International Affiliated Member)
  4. Singapore General Hospital Alumni
  5. Severance Arthroscopy Unit Alumni, Seoul, Korea

  • 0

Dr. Andri Lubis Orang Pertama Indonesia yang Mendapat Penghargaan dari ISAKOS

Andri Maruli Tua Lubis, MD, PhD mendaoat penghargaan Richard Caspary Award atas Penelitian tentang Frozen Shoulder pada acara ISAKOS (International Society for Arthroscopy, Knee Surgery, and Orthopaedic Sports Medicine meeting di Rio de Janeiro, Brazil, Mei 2011. Ini pertama kalinya orang Indonesia mendapat penghargaan/award dari ISAKOS.

Penghargaan Richard Caspary Award - DR Andri Lubis

Dr Andri LUbis saat terima penghargaan

Gambar saat Dr. Andri menerima penghargaan Richard Caspary Award dari Presiden ISAKOS: Dr. Moises Cohen (Brazil)

Dr. Andri dengan award certificate di Rio de JAneiro, Brazil

Gambar Dr. Andri Lubis dengan award certificate di Rio de Janeiro, Brazil

Foto Dr. Andri lubis dengan President ISAKOS

Foto Dr. Andri dengan President ISAKOS sebelumnya, Prof. Freddie Fu (USA)